Caitlin Reed Russell-Miller

Perhaps the greatest privilege is having enough time to understand humans — to examine limitless things waiting to be uncovered.

Caitlin Reed Russell-Miller

Perhaps the greatest privilege is having enough time to understand humans — to examine limitless things waiting to be uncovered.

Caitlin Reed Russell-Miller, born in Melbourne during the late summer of Victoria, on the 14th of February, 2010. As the third child and the youngest daughter of Jeremiah Miles Russell-Miller and Delilah Sadjiwa Pangestu Soerjanegara, she carries the lineage of Geronimo Miller and Amelie Gasnier.

Caitlin Reed Russell-Miller

Perhaps the greatest privilege is having enough time to understand humans — to examine limitless things waiting to be uncovered.

Caitlin Reed Russell-Miller, born in Melbourne during the late summer of Victoria, on the 14th of February, 2010. As the third child and the youngest daughter of Jeremiah Miles Russell-Miller and Delilah Sadjiwa Pangestu Soerjanegara, she carries the lineage of Geronimo Miller and Amelie Gasnier.

ⓘ Dokumen telah diterjemahkan.Ia memiliki kulit yang pucat, dan kalau kami boleh melebih-lebihkan, selembut sutra. Tidak — mungkin kami tidak sedang melebih-lebihkan, tapi memang apa yang kami katakan adalah apa yang kami lihat secara langsung. Rambutnya hitam bergelombang, iris matanya berwarna hazel, hidung bangirnya begitu sempurna, dan bibirnya adalah yang paling menarik; berbentuk hati dengan rona merah muda.Setiap kali ia tersenyum, pipi dengan ruam merah natural itu meninggi. Ekspresinya begitu tulus dan jujur. Membuat kami menjadi angkuh: merasa mampu membaca isi kepala dan hatinya. Namun, ketika ia sedang berkutat dengan tugas-tugas dan/atau menyampaikan opininya di ruang publik, air wajahnya sama sekali tidak ramah. Tatapannya begitu lurus, tajam, dan kosong. Membuat kami menyadari bahwa ia merupakan seorang yang tidak mudah ditebak.Tinggi tubuh Caitlin Reed Russell-Miller adalah 171 cm dengan bobot tubuh 48 kg. Setidaknya itu lah yang ia katakan pada saat pelajaran olahraga pekan lalu. Sebenarnya, ia terbuka perihal ukuran sepatu dan ukuran pakaiannya juga, tapi yang paling menarik dari penampilannya adalah bagaimana ia memiliki selera yang anggun, feminin, timeless, tanpa menghilangkan nuansa segar khas remaja. Riasan dan busananya tidak pernah berlebihan maupun kurang. Selalu tepat sasaran dan membuat kami menjadikannya panutan dalam mengekspresikan diri melalui gaya.Caitlin merupakan teman yang hangat, murid yang bertanggung jawab, dan rekan yang mampu diandalkan. Kehadirannya seperti angin sejuk di peralihan musim panas menuju musim gugur. Ia hangat, tenang, tapi sewaktu-waktu dapat menjadi badai kehidupan.

Caitlin Reed Russell-Miller

Perhaps the greatest privilege is having enough time to understand humans — to examine limitless things waiting to be uncovered.

ⓘ Dokumen telah diterjemahkan.Apa yang seringkali kamu katakan ketika diminta untuk mendeskripsikan diri?Perihal preferensiku ... sepertinya? Hmm, tentang hal-hal yang paling aku sukai di dalam hidup, setidaknya untuk saat ini. Ketertarikanku untuk lebih memahami manusia melalui pendekatan ilmu filsafat — dan mungkin antropologi. Ketertarikanku yang tidak terbatas pada manusia, tapi juga makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan. Tentang alam semesta. Tempat kita tinggal hingga ke luar angkasa. Aku juga menyukai bacaan fiksi. Membayangkan hal-hal yang belum diketahui ada atau tidaknya ... ah, aku sangat suka membaca seputar topik-topik tersebut!Aku pun menikmati bagaimana sebuah karya, baik itu tercipta secara alamiah maupun dibuat oleh makhluk hidup, menyentuh panca inderaku. Mencari tahu tentang sejarah, budaya ... memikirkan sebanyak-banyaknya sudut pandang yang ada yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ... untuk menjawab rasa penasaranku dan mungkin untuk membantuku menjadi manusia yang lebih bijak dalam membantu sesama.Tidak sedikit pun hatiku keberatan ketika diminta untuk mendengarkan. Aku rasa, salah satu yang bisa kulakukan untuk membantu sesama adalah dengan membuka ruang agar mereka leluasa mengomunikasikan sudut pandang secara jujur, mengekspresikan emosi, menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi.Sebenarnya aku juga orang yang banyak bicara. Aku suka bertukar pikiran. Aku tidak takut menyampaikan opiniku secara jujur karena dalam kesempatan ini lah aku mendapatkan suara lain yang tentu saja akan membantuku dalam proses evaluasi diri. Hehe. Meskipun begitu, kadang-kadang, karena keinginan untuk selalu berkata jujur, ada kalanya aku bersinggungan dengan orang lain. Sebab regulasi emosiku pun belum matang, ada kalanya aku kurang asertif dalam merespons. Sesungguhnya aku tidak sampai hati melukai orang lain, tapi ada kalanya aku mengerti bahwa hal-hal menyakitkan tidak selalu ada karena niatan buruk. Justru, itu bisa menjadi upaya untuk menjaga kedua belah pihak — diri sendiri dan orang-orang yang terlibat.Kamu akan naik ke tingkat dua Sekolah Menengah Atas tahun ini. Bagaimana kisah keseharianmu selama mengemban ilmu di Rhodium Heritage Academy?Kali pertama aku menginjakkan kaki di lobby Rhodium Heritage Academy aku berjanji akan menjalani masa muda tanpa penyesalan. Penyesalan memang tentang bagaimana kita memandang masa lalu, tapi apa yang aku maksud sebagai penyesalan di sini adalah aku akan memastikan diriku dapat bertanggung jawab secara maksimal dan lebih mendengarkan diri sendiri.Aku ingin memaksimalkan kemampuanku untuk memperoleh hasil terbaik di bidang akademik maupun non-akademik. Pun, di saat bersamaan, aku ingin menjaga relasi dengan teman-teman. Sebab aku memahami bahwa orang lain dan kehidupannya sama berharganya dengan diriku dan kehidupanku. Alih-alih melihat ambisi dan upaya untuk berada di atas orang lain sebagai sesuatu yang keji, kotor, dan gelap, aku melihatnya sebagai kesempatan untuk menantang kapasitas pribadi. Seberapa jauh aku dapat menghadapi ini, seberapa kuat aku dapat menjalani ini, dan seberapa mampu aku mengendalikan ego. Meskipun aku lebih menyukai kegiatan belajar kelompok dan mengembangkan potensi diri masing-masing tanpa memandang angka, tapi aku cukup memahami bagaimana cara dunia bekerja.


Di semester kedua tingkat pertama, aku dilantik menjadi anggota Elite Seats. Pengalaman yang bagiku begitu berharga dan meningkatkan rasa banggaku terhadap diri sendiri.Tentu menjadi bagian dari Elite Seats berarti menambah beban tanggung jawabku sebagai murid RHA. Namun, di tengah rasa lelah fisik dan mental akibat tugas-tugas serta menghadapi perdebatan antar pemegang jabatan, aku juga dapat merasakan kebahagiaan tak terhingga. Kegiatan curah pendapat, saling melempar dan memberi kritik saran terhadap ide satu sama lain, menyelesaikan masalah-masalah siswa setiap bulannya, merancang serta merealisasikan kegiatan kesiswaan yang telah ditunggu-tunggu, bagiku adalah pengalaman berharga.Selain menjadi anggota Elite Seats, kegiatanku sebagai murid RHA adalah menjadi bagian dari Handicrafts and Knitting Club. Alasannya adalah karena proses pembuatan kerajinan tangan dapat membuat pikiranku yang sering dipenuhi pertanyaan menjadi tenang dan hal itu mampu membuatku bahagia. Kata Bunda, selain menggambar, sejak kecil aku juga suka melipat origami dan bermain plastisin. Aku juga menganggap apa pun yang dibuat dengan tangan kita sendiri sangat berharga bagaimanapun hasilnya! Aku sangat berterima kasih atas usaha dan cinta yang tertuang ke dalam sebuah karya.Tidak terasa, sebentar lagi kamu akan menapaki tangga peralihan menuju dewasa muda. Apakah kamu melihat adanya potensi perbedaan pendapat, cara pandang, prinsip, atau keyakinan antara dirimu dan anggota keluarga yang lain? Bagaimana hubunganmu dengan keluarga sejauh ini?Hubungan antara aku dan keluarga terasa dekat dan tenang.Aku tidak bercerita tentang prestasi-prestasiku kepada Ayah, melainkan memintanya mengajariku ketika menghadapi kesulitan. Memeluk tubuh Bunda dan menanyakan bagaimana harinya berjalan menjadi rutinitasku. Mendengar pandangan Greyson menyoal manusia dan kehidupan seperti lagu pengantar tidur bagiku. Pun, menyaksikan Caroline ketika ia tengah menciptakan guratan juga melodi indah menggunakan tangannya seperti menatap lukisan yang menyimpan rahasia mendalam.Tidak pernah terlintas di kepalaku untuk mencari perhatian mereka, tapi keinginan untuk membuat mereka bangga senantiasa hidup di dalam hatiku. Aku ingin mereka menyadari cinta yang mereka tanam di dalam diriku adalah apa yang membentuk pribadiku.Pun yang tak kalah penting adalah aku ingin mereka merasakan kehadiranku yang telah mampu mereka andalkan.Tentu ... tentu aku melihat potensi perbedaan pendapat antara aku dan anggota keluargaku. Terkadang cara Ayah mengajariku, kisah hubungan Bunda dengan relasinya, pandangan Greyson, dan diamnya Caroline memantik emosi negatif di dalam diriku. Namun, aku tidak merasakan kemungkinan konflik besar akan terjadi di antara kami berlima — atau antara aku dengan mereka.Mmmmm ... sejujurnya, alih-alih merasakan, aku justru mengharapkan setidaknya akan terjadi gesekan kecil, teramat kecil, seperti permainan biola yang nantinya akan membentuk harmoni menawan di dalam keluarga kami.... Apa kamu mengerti maksudku?

Greetings, fellow writers!
Thank you for coming and taking your time to read through Caitlin Miller's personal information page. It's truly an honor to have your interest in our little missy. You may call me MEREA. The name itself doesn't hold any particular meaning, but I would be very happy to be addressed by it!
Before going further into additional explanations about Caitlin Miller, I'd like to give a special shoutout to @LeMillerMaison as the family project that brought Caitlin Reed Russell-Miller into this OCRP world. I truly appreciate the opportunity to develop her story alongside other writers under the same project, who wholeheartedly contributed their time and ideas to make our characters even more meaningful. ꉂ(˵˃ ᗜ ˂˵)I write Caitlin Miller's personal information, including her storyline, based on my personal thoughts and perspectives on life. I am also inspired by the books I have read, the movies and series I have watched, and the experiences I have encountered so far. My writing partner has also given me many ideas regarding our characters and their relationships. Therefore, I'd like to state that any similarities to existing works or real-life events are entirely coincidental. However, I am always open to discussing them. I am also open to both suggestions and constructive criticism, because I realize that I am just an amateur writer who is still learning (and just having fun!).Lastly, please do not do plagiarism, metagaming, or god-moding my character without my permission. I hope you can respect mine the same way you'd want yours to be respected.Thank you! —With love, MEREA.